Wawancara Bersama Ismail Satriyanto, Calon Bupati Garut


Apa dasar motivasi anda untuk mencalonkan menjadi Bupati Garut ?

Mohon diluruskan, saya tidak mencalonkan tetapi saya dicalonkan oleh teman-teman dan saudara saya.
Dulu memang saya pernah memasang foto-foto sebagai calon Bupati, tetapi sebenarnya hanya strategi promosi bagi usaha Qu Cuci dan Raja Sate yang saya miliki agar lebih dikenal oleh masyarakat.

Bulan Desember 2012 saya didatangi beberapa teman, mereka meminta agar saya mau dicalonkan sebagai Bupati Garut periode 2014 – 2019. Terhadap permintaan tersebut, saya tidak menolak walaupun sadar kemampuan saya sangat terbatas baik segi keilmuan maupun keuangan, hanya karena niat ingin meningkatkan amal dan kemasalahatan hidup, saya merasa terdorong, dengan satu keyakinan kalau jujur dan apa adanya pasti ada jalan.

Apa Visi Misi serta program saudara jika terpilih menjadi Bupati Garut ?

Visi Misi saya untuk membangun Garut tidak jauh berbeda dengan para calon Bupati yang lainnya; ingin membangun masyarakat Garut agar maju, aman dan rakyat lebih sejahtera; tapi saya ingin menegaskan bukan bagus tidaknya rangkaian kata dalam Visi Misi; terpenting bagaimana Visi Misi itu secara rasional dapat diwujudkan pada tataran kebijakan dan kinerja pemerintah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat; bukan hanya bagi para pegawai rakyat atau para PNS.

Bagaimana dengan program kerja ?

Bupati adalah pejabat politik, penentu tertinggi di Kabupaten, teknis pelaksanaan perencanaan pembangunan sudah ada jajaran pelaksana dengan mekanisme dan aturan baku yang sudah tertata dengan baik, yang terpenting Bupati mampu merekrut para pembantunya / kepala SKPD dan lainnya yang kemampuan dan kejujuran serta kepribadiannya teruji dengan baik.

Bupati tidak harus pandai dalam segala hal, tetapi wajib memahami inti dari berbagai persoalan sehingga kebijakan yang diputuskan tepat pada sasarannya.

Bagaimana strategi Anda dalam menciptakan kinerja aparat yang sesuai visi misi anda ?

Ada beberapa cara atau teori agar aparat dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar serta berdaya guna, tetapi yang terpenting dari semua itu “ keteladanan “ dari seorang pemimpin ,
sederhananya jika pemimpin rajin dan bertanggungjawab dipastikan anak buahnya akan rajin dan bertanggungjawab.

Jika pemimpinnya tidak korup dipastikan anak buahnya juga segan untuk berbuat korup.
bagi saya bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik dan benar jauh lebih penting ketimbang sekedar teori atau sistem yang baik, saya kira itu yang terpenting.

Apa kiat saudara untuk meyakinkan tidak korupsi ?

Korupsi adalah penghalusan dari kata maling atau garong, sebagai orang yang percaya terhadap kekuasaan dan keadilan Tuhan, perbuatan jahat atau maling pasti akan ada balasan yang setimpal dari Nya, untuk terhindar dari berbuatan jahat seperti Korupsi atau maling uang rakyat, saya harus memulainya dengan upaya menjalani seluruh proses PILKADA dengan benar dan jujur, mulai dari melengkapi persyaratan sampai pada upaya meyakinkan masyarakat harus dilakukan dengan jujur tanpa harus berbohong, katakan apa adanya, tidak mengubar janji atau mengiming imingi dengan apapun, kecuali berjanji akan melaksanakan tugas dengan sebenar-benarnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menurut pandangan saya, seorang Bupati adalah pemimpin seluruh rakyat baik yang mendukung maupun yang tidak, Bupati wajib memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan tak terkecuali yang memilih atau tidak.

Selain itu calon Bupati harus terbebas dari kemungkinan jadi maling uang rakyat, karena telah mengeluarkan uang di luar batas kewajaran dimana gaji atau penghasilannya tidak mungkin menutupinya.

Apa kongkritnya yang dimaksud dari kemungkinan jadi koruptor ?

Begini, diera demokrasi seperti sekarang ini suara rakyat adalah suara Tuhan, apa yang dikehendaki rakyat akan terwujud, demikian pula dalam pemilukada yang akan datang, sangat bagus jika rakyat berkehendak dan melakukan pilihan didasarkan pertimbangan rasional atas kemampuan, kejujuran serta keberanian calon pemimpinnya, namun jika pilihan didasarkan pada pemberian materi (jual beli suara atau karena janji janji palsu) maka yang akan lahir adalah pemimpin munafik karena mustahil dapat melaksanakan seluruh janji janjinya atau malah akan menghitung untung rugi terhadap jumlah materi yang dikeluarkan, kemudian melakukan berbagai cara untuk mendapatkan gantinya, fenomena seperti itulah yang sering terjadi dan menjadi salahsatu penyebab penyalahgunaan wewenang atau KKN.

Menurut Saudara mengapa masyarakat Garut 2 X gagal memilih pemimpin ?

Terdapat kekeliruan masyarakat dalam menentukan pilihan akibat kurangnya informasi yang benar berkaitan kwalitas calon pemimpinnya, sehingga dalam menentukan pilihan karena popularitas pigur atau terbius janji janji manis yang sebenarnya kurang rasional.

Rakyat tergiring oleh kebaikan sesaat atau pemberian materi yang tidak seberapa. Padahal jika masyarakat di cerdaskan dan mendapat informasi yang benar, tentu pilihannya akan dijatuhkan terhadap calon pemimpin yang berkemampuan serta integritasnya teruji dan dapat dipertanggung jawabkan.
Apa solusi yang ditawarkan oleh saudara jika jadi Bupati ?
Sederhana, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
Saya sangat yakin peraturan, prosedur , perundang undangan maupun program kerja pemerintah sudah sangat bagus, tinggal pelaksanaannya harus tegas dan lugas jangan mau diintervensi oleh siapapun atau kelompok manapun, kalau berada dijalur yang benar pasti rakyat akan mendukung.
Libatkan semua tokoh, komponen masyarakat terutama lembaga lembaga pemberdayaan (LSM) dan wartawan untuk bersama sama lembaga Eksekutif, legislatip dan Yudikatif dalam setiap perumusan maupun pengawasan bahkan sampai pelaksanaan program, agar semua program dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran, sehingga rakyat sebagai pemilik kedaulatan dan sebagai pemilik dana yang paling diuntungkan, itulah menurut saya arti dari peningkatan kesejateraan rakyat.

Apakah persyaratan sudah tersedia ? bagaimana caranya pemperoleh dukungan ?

Dukungan dalam bentuk pengumpulan KTP baru sebagian yang terkumpul, saya dan calon wakil akan melakukan Road Show kesetiap kecamatan dan desa desa memohon sumbangan Koin dan KTP dukungan, sambil menghibur masyarakat dengan membawa rombongan hiburan elektone. Jadi kita bisa hiburan dan bersilaturahmi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada Garut.

Sejauhmana optimisme saudara untuk memenangkan PILKADA Garut ?

Kemungkinan menang adalah sebesar kemungkinan yang disediakan Tuhan kepada ummatnya yang mau berusaha, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Saya hanya berdoa kepada Allah SWT.
Jika menjadi pemimpin Garut baik bagi kehidupan saya, agama saya, keluarga saya, teman teman dan terutama masyarakat Garut maka mohon diberikan jalan untuk mencapainya. Tetapi jika jadi pemimpin Garut tidak baik bagi keluarga saya, agama saya, dan masyarakat Garut. Maka jauhkanlah semuanya dari diri saya.

Rakyat yang cerdas tidak akan tepengaruh dengan pencitraan dan tidak akan pernah menjual hak  politiknya



* Tulisan di atas merupakan hasil wawancara Tim 100Kategori bersama Calon Bupati Garut

Majalah Annida: Sahabat Remaja Berbagi Cerita

Bagi saya Majalah Annida merupakan majalah pertama yang menggugah untuk belajar menulis. Berkenalan dengan majalah remaja ini ketika duduk di bangku SMP. Kala itu tahun 1998. Bekal sekolah dipaksa untuk disisihkan demi membeli majalah  yang sebagian cerpen remaja ini.

Dari tahun 1991 sampai 1998 Majalah Annida terbit sebulan sekali, berisi sebagian cerpen; Kias utama, Kias 1,2,3, Bingkisan, Epik, Catatan Harian, Serial, Pernik. Namun sekitar tahun 1999, Majalah Annida terbit menjadi dua minggu sekali, ini karena banyaknya permintaan dari para pembaca setia. Apresiasi dari para penulis pemula menjadi penyemangat bagi para kru Annida. 

Bayangkan, dalam kurun sepulh tahun (1991-2001) terkumpul sekitar 1600 cerita pendek dari para penulis muda yang inspiratif. Dimana sebagia besar para penulis muda ini memulai karyanya di Majalah Annida.

Tidak Ada Alasan untuk Menjauhi Ilmu Syariat

Ilmu Syariat bila dikategorilan ada 3 definisi secara bahasa. Pertama adalah Pandangan Hidup atau Syara'. Kedua, Pegangan Hidup atau Syari'ah. Dan yang ketiga Manhaj atau Perjuangan Hidup. Maka, Ilmu Syariat menjadi pokok keilmuan untuk menuju Allah subhanahu wa ta'ala. Tentu setelah Ilmu Syariat sedang atau telah di kaji dan diamalkan, ilmu Tarikat dan Marifat menjadi ilmu yang harus dilintasi.

Berkenaan dengan Ilmu Syari'at, pada zaman teknologi seperti sekarang ini, musuh-musuh Islam terutama kelompok yang sedang gencar melakukan cuci otak dengan target remaja muslim melakukan berbagai taktik dengan doktrin, "Bahwa mempelajari, mengajarkan dan memikirkan dalil masalah Ilmu Syariat Islam termasuk masalah perbedaan (khilafiyah) harus dihindari." Doktrin seperti ternyata sudah lama digencarkan
 

Followers